Jambore Ranting X Kwartir Ranting Warungasem

Diposting oleh SDN Sawahjoho 01 on Selasa, 25 Oktober 2011

Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Warungasem menyelenggarakan kegiatan perkemahan Jambore ranting yang diikuti seluruh sekolah tingkat dasar sampai menengah, yakni 22 SD, 9 MI dan 3 SMP dan 2MTs. Kegiatan tersebut merupakan Jambore ranting kesepuluh, yang diselenggarakan pada tanggal 19 sampai dengan 21 Oktober 2011 di bumi perkemahan Desa Pandansari Kecamatan Warungasem.
Berikut adalah beberapa momen yang berhasil saya dokumentasikan :

Pengibaran bendera Jamran X pada upacara pembukaan


Para tamu undangan hadir panitia pelaksana

Camat Warungasem Willopo, AP.MM saat memberikan sambutan

Pelepasan burung merpati oleh Camat Warungasem menandai Jambore Ranting X dibuka

Penyematan tanda peserta diikuti seluruh peserta lainnya

Tari Merak dari SDN Kaliwareng turut mewarnai acara pembukaan

Tenda regu Lumba-lumba dari pangkalan SDN Sawahjoho 01

Tenda Regu Melati dari Pangkalan SDN Sawahjoho 01

Tinjauan dari Camat dan Polsek Warungasem


Cuaca cerah berawan yang mendukung berjalannya perkemahan

Suasana pentas seni, tampak penampilan Regu Melati yang menampilkan seni tari

Read More

SD NEGERI SAWAHJOHO 01 WARUNGASEM KEMBANGKAN SENI GEGURITAN

Diposting oleh SDN Sawahjoho 01 on Kamis, 06 Oktober 2011

Berikut adalah artikel yang dimuat di majalah Redaksi Jurnal Pendidikan edisi Maret 2010 tentang SDN Sawahjoho 01 :


Sekolah Dasar Negeri Sawahjoho 01 yang merupakan sekolah dengan keterbatasannya yang juga hingga kini menempati tanah desa yang berdiri sejak tahun 1912 M, tidak berhenti dalam menata dan meningkatkan mutu kelulusan yang di hasilkan, untuk dapat meneruskan sekolah menengah pertama dan berprestasi dalam bidangnya masing-masing, sebagai upaya dalam mengembangkan potensi sejak dini di tingkatan palinga dasar.
Ditemuinya Larasati A.ma.Pd. dengan komite sekolahnya Surakhmat yang di dampingi oleh guru kesenian Asmuni di ruang kerjanya menjelaskan, pihaknya mencoba menenamkan nilai-nilai luhur dan budi pekerti pada siswa. “Dengan beberapa kiat yang kami jalankan termasuk mengembangkan kesenian daerah seperti geguritan, mocopat, pencak silat dan seni suara, dengan harapan agar anak-anak dapat lebih santun lagi bermasyarakat nantinya”, jelasnya.
Terbukti dari beberapa lomba yang di ikuti siswa-siwinya, mampu berbicara diberbagai event, dengan meraih juara seperti Olimpiade IPA, lompat tinggi, baca puisi dan juara mocopat serta juara menyanyi daerah. Sekalipun dengan keterbatasnya setiap akan ada kejuaraan maka guru akan mendampingi dan melatih dengan pembagian tugas sesuai dengan potensi dan bidang tugas yang di milikinya. baik melalui training center maupun penggemblengan yang terarah.
Salah satu yang menjadi motivasi kuat bagi siswa untuk lebih giat dan berlatih kesenian karena adanya guru yang menguasai seni dengan senantiasa membimbing dan mengarahkan kebidang seni terutama geguritan .Hal ini di dorong dengan tingkat kelulusan sekolah yang selalu mengacu pada standart kelulusan yang juga dapat melanjutkan pada tingkatan sekolah menengah pertama di tempat yang sesuai dengan harapan.
“Kami sangat mengharapkan bantuan dari dinas terutama untuk pengadaan alat peraga dan media pembelajaran agar proses belajar dapat berjalan secara effektif lagi dengan tetap memprioritaskan pengadaan sarana dan prasaranya yang memadahi’, harap Larasati selaku kepala sekolah.
Untuk mengatasi kendala peningkatan prestasi akademik, salah satunya dengan mengadakan remidi bagi siswa yang masih lemah dalam penguasaan materi pelajaran. Dan kedepan mudah mudahan upaya untuk mengatasi kekurangan guru atau tenaga pendidik yang masih sangat minim dapat segera teratasi dengan bantuan dinas terkait. Kesemuanya itu dilakukan dengan harapan dapat mencapaii visi sekolah yang berupaya untuk maju dalam kwalitas, unggul dalam kreatifitas berdasarkan IMTAQ. 


sumber : http://redaksijurnalpendidikan.blogspot.com/2010/03/sd-negeri-sawahjoho-01-warungasem.html
Read More

Permulaan, Biji

Diposting oleh SDN Sawahjoho 01


Blog sekolah. Apakah yang dapat kita eksplorasi dari sebuah tantangan membuat sebuah blog sekolah?. Selanjutnya ide apa saja yang dapat kita gali demi keberlanjutan sebuah blog yang "diproduksi" oleh sebuah institusi pendidikan?. Semua berawal dari sini.
Bagai sebuah biji yang terbelah kedua kepingnya, lalu menyembul dari sana sebuah kuncup hijau, tumbuh melebar bagai sayap kumbang kelapa. Menjadi sepasang daun. Kemudian timbul di antaranya keduanya pucuk yang baru. Menjadi daun juga. Dan berfotosintesa. Begitulah kiranya sebatang pohon mangga tumbuh, seperti halnya sawo atau rambutan, sirsak, maupun apel. Dan vegetasi lainnya. Menghasilkan lembar demi lembar daun untuk hidup. Adakalanya berbunga, meski tak semua menjadi buah. Namun yang kita petik ternyata tak sesecuil itu. Rimbunnya daun kerap meneduhkan kita dari panas mentari. Kuatnya akar menopang tanah dan menyimpan air. Dan lagi-lagi daun itu berperan sebagai mesin pengolah CO2 menjadi oksigen yang setiap saat kita hisap.
Begitupun halnya sebuah tumbuhan editorial, setiap hari harus menghasilkan dedaunan kata. Tiap lembar tulisan menjadi buah pemikiran kita. Memang buahnya hanya dapat kita petik semusim dalam setahun. Namun setiap nafasnya membuat blog kita hidup setiap hari.
Nah, karena blog ini hidup dan berakar dari "kebun sekolah", Insya Allah setiap tulisan memiliki nilai pendidikan. Harapan saya sebagai penanam biji blog ini, semoga semua yang terkandung di kedalaman tanah kebun kita dapat menjadi zat hara yang menyuburkan tumbuhan ini. Agar ia dapat terus tumbuh dan dapat menjadi tempat kita berteduh.
sumber gambar : http://mozaikehidupan.wordpress.com/about/
Read More